Jakarta - Hari Keamanan Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 7 Juni menyadarkan kita bahwa keamanan pangan berperan penting dalam merawat kesehatan masyarakat, terutama di tengah pandemi COVID-19. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang diinisiasi Badan POM bertema “World Food Safety Day: Safe Food in Markets”, dilakukan secara sederhana melalui webinar bersama sejumlah mitra lintas sektor dalam dan luar negeri yang juga disiarkan secara langsung melalui akun Instagram dan Youtube official Badan POM, Rabu (10/06).
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyampaikan pentingnya keamanan pangan, tidak hanya sebagai upaya mendukung aspek kesehatan masyarakat secara khusus tetapi juga kualitas dan ketahanan suatu bangsa. “Badan POM terus berkomitmen dalam pengawasan pangan termasuk meningkatkan kerja sama dengan stakeholder serta mitra pembangunan baik nasional maupun internasional seperti FAO dan WHO untuk mewujudkan keamanan pangan,” ungkap Kepala Badan POM.
Sejalan dengan tema besar Hari Keamanan Pangan Sedunia yaitu "Keamanan Pangan, Tanggung Jawab Bersama", maka semua elemen masyarakat perlu menyadari tanggung jawab terhadap keamanan pangan. "Semua orang memiliki peran dan tanggung jawab memastikan keamanan sepanjang rantai pangan dari hulu ke hilir, dari budidaya sampai meja makan (from farm to table)," jelas Kepala Badan POM.
Terdapat lima seruan aksi peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia, yaitu (1) Ensure it’s safe, dimana Pemerintah harus memastikan pangan aman dan bergizi untuk semua; (2) Grow it safe, yaitu penerapan good practices oleh produsen produk pertanian dan pangan; (3) Keep it safe, bahwa pelaku usaha harus memastikan produk pangan tetap aman; (4) Eat it safe, bahwa semua konsumen berhak atas pangan aman, sehat, dan bergizi; dan (5) Team up for safety, yaitu keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.
Di tengah pandemi COVID-19 sat ini, manusia mulai beradaptasi mengubah kebiasaan baru yang dikenal dengan new normal. Sebagai upaya preventif dan protektif untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan menjaga ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat, pemerintah menerapkan kebijakan protokol kesehatan bagi individu maupun kolektif serta pengawasan produk pangan lebih intensif. "Konsumsi pangan aman dan bermutu berperan penting menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga mampu menangkal penyakit seperti COVID-19, disertai perilaku hidup bersih dan sehat," ajak Kepala Badan POM.
Badan POM bersama lintas sektor terus memperkuat Sistem Jaminan Keamanan Pangan dan Mutu Pangan. Sebagai sistem pengendalian pangan berbasis risiko, dengan pengawalan Badan POM berkolaborasi menempatkan sarana ritel modern sebagai garda terdepan manajemen keamanan pangan secara mandiri. Untuk mendukung pencegahan penyebaran COVID-19 pada rantai pangan, Badan POM juga telah mempublikasikan Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan COVID-19 dan buku edukasi Tips Keamanan Pangan Edisi Ramadhan + Tips Khusus Mencegah COVID-19.
Sejalan dengan Kepala Badan POM, FAO Representative in Indonesia Mr. Stephen Rudgard menyerukan kesadaran keamanan pangan global kepada negara, sektor swasta, organisasi PBB, dan masyarakat untuk meningkatkan peran dalam memastikan keamanan pangan. WHO mencatat makanan yang tidak aman, mengandung bakteri, virus, parasit, atau zat kimia berbahaya dapat menyebabkan lebih dari 200 penyakit mulai dari diare hingga kanker. Di seluruh dunia, diperkirakan 600 juta, hampir 1 dari 10 orang setiap tahun, jatuh sakit setelah makan makanan yang terkontaminasi, yang mengakibatkan 420.000 kematian.
“FAO bersama WHO, akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keamanan pangan melalui koordinasi yang lebih baik dengan otoritas yang bertanggung jawab atas keamanan pangan, mengembangkan kerangka kerja peraturan yang kuat, dan membantu dalam penerapan praktik yang baik di dalam rantai pangan, dari produsen hingga konsumen. Mari berkolaborasi memastikan keamanan pangan untuk semua.” tutup Stephen Rudgard. (HM-Fathan)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
